Salomo melakukan semua yang dia inginkan, tetapi pada akhirnya, dia berkata, “Segala sesuatu adalah sia-sia.” Dan seperti yang diakui oleh Aleksander Agung, ketika kematian datang, seseorang kembali dengan tangan hampa. Oleh karena itu, kita tidak boleh puas dengan kesenangan dan kepuasan sesaat di bumi ini, tetapi hidup untuk Kerajaan Sorga yang kekal, takut akan Tuhan dan menaati perintah-perintah-Nya. Cara hidup yang bijak adalah hidup untuk kebahagiaan yang akan kita nikmati selamanya di Kerajaan Sorga.
Umat manusia harus membuat pilihan yang memungkinkan mereka untuk hidup setia di bumi ini dan menerima berkat Tuhan di sorga. Anggota Gereja Tuhan merayakan hari Sabat dan ketujuh hari raya tahunan serta memuliakan Tuhan melalui perbuatan baik sebagai persiapan untuk Kerajaan Sorga dan hidup yang kekal.
[D]an debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia. Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Pengkhotbah 12:7–8
Apartado de correos 119, Bundang, Bundang-gu, Seongnam-si, Gyeonggi-do, República de Corea
Tel.: 031 738 5999; Fax: 031 738 5998
Sede administrativa: 50 Sunae-ro (Sunae-dong), Bundang-gu, Seongnam-si, Gyeonggi-do, República de Corea
Iglesia matriz: 35 Pangyoyeok-ro (526 Baeghyeon-dong), Bundang-gu, Seongnam-si, Gyeonggi-do, República de Corea
ⓒ Iglesia de Dios Sociedad Misionera Mundial. Todos los derechos reservados. Política de privacidad